Suvi Wahyudianto
timur laut, yang samar samar., 2026
Kertas amplas, cat akrilik
40 x 52 cm
'Pada project paper kali ini, saya mencoba mengeksplorasi medium kertas amplas, kertas bertekstur yang digunakan untuk menghaluskan atau menghilangkan jejak. Saya memilih medium ini berkaitan dengan objek yang saya lukis:...
"Pada project paper kali ini, saya mencoba mengeksplorasi medium kertas amplas, kertas bertekstur yang digunakan untuk menghaluskan atau menghilangkan jejak. Saya memilih medium ini berkaitan dengan objek yang saya lukis: ruang liminal bioskop sesaat setelah pertunjukan usai, ketika kursi-kursi menjadi kosong; serta Timur Laut, anjing peliharaan saya yang setia menyambut kedatangan dan segala kenangannya. Seperti kertas amplas, semuanya akan menjadi halus, dan waktu menentukan jalan takdirnya masing-masing. Saya melukis Timur karena saya mengingatnya, merindukannya. Seekor anjing kecil yang setia di balik pintu. Ternyata, ia tak pernah pergi. Ia selalu tinggal sebagai ingatan, meski terkadang hadir samar-samar.
I painted Timur because I remember him, because I miss him. A loyal little dog behind the door. It turns out he never left. He remains as a faithful memory, even when he sometimes returns faintly."
I painted Timur because I remember him, because I miss him. A loyal little dog behind the door. It turns out he never left. He remains as a faithful memory, even when he sometimes returns faintly."