isaartgallery
Skip to main content
  • Menu
  • Home
  • Artists
  • Exhibitions
  • Projects
  • About
  • Press
  • Shopping
Cart
0 items $
Checkout

Item added to cart

View cart & checkout
Continue shopping
Menu

Artworks

Open a larger version of the following image in a popup: Zikry Rediansyah, Dancing in the Yard, 2026

Zikry Rediansyah Indonesian, b. 1992

Dancing in the Yard, 2026
Acrylic on canvas
80 x 60 cm
Enquire
%3Cdiv%20class%3D%22artist%22%3EZikry%20Rediansyah%3C/div%3E%3Cdiv%20class%3D%22title_and_year%22%3E%3Cspan%20class%3D%22title_and_year_title%22%3EDancing%20in%20the%20Yard%3C/span%3E%2C%20%3Cspan%20class%3D%22title_and_year_year%22%3E2026%3C/span%3E%3C/div%3E%3Cdiv%20class%3D%22medium%22%3EAcrylic%20on%20canvas%3C/div%3E%3Cdiv%20class%3D%22dimensions%22%3E80%20x%2060%20cm%3C/div%3E
Bercinta dilakukan pada malam hari, ketika dunia perlahan menjadi sunyi. Sementara itu, kekerasan dapat berlangsung di siang bolong, di tengah kehidupan yang terbuka dan disaksikan banyak orang. Pertentangan antara keduanya...
Read more
Bercinta dilakukan pada malam hari, ketika dunia perlahan menjadi sunyi. Sementara itu,
kekerasan dapat berlangsung di siang bolong, di tengah kehidupan yang terbuka dan
disaksikan banyak orang. Pertentangan antara keduanya menjadi titik berangkat karya ini:
mengapa keintiman membutuhkan ruang yang tersembunyi, sementara kekerasan justru
dapat hadir secara terang-terangan disiang bolong?
Kegelisahan ini terasa semakin nyata ketika melihat bagaimana kekerasan hari ini tidak lagi
tersembunyi. Peperangan, kehancuran, dan penderitaan disiarkan secara langsung, direkam
dari berbagai sudut, dibagikan berulang-ulang lewat layar yang sama yang kita gunakan
untuk hal-hal sehari-hari. Kita menyaksikannya bukan sebagai sesuatu yang jauh, tetapi
sebagai sesuatu yang terus-menerus hadir, hampir menjadi pemandangan yang biasa dilihat
sebelum tidur. Ada keterbukaan yang mengerikan pada kekerasan zaman ini: ia tidak butuh
ruang privat untuk terjadi, ia justru berkembang di ruang paling terbuka.
Lukisan ini menempatkan dua tubuh yang berdansa di malam hari sebagai kontras dari
kondisi tersebut: sebuah upaya kecil untuk mempertahankan kebahagiaan, di tengah zaman
ketika kekerasan justru menjadi hal yang paling mudah disaksikan bersama.
Close full details
Share
  • Facebook
  • X
  • Pinterest
  • Tumblr
  • Email
Previous
|
Next
715 
of  736

ISA ART GALLERY

Jl. Jendral Sudirman Kav 1 (Wisma 46), GF

Tanah Abang, 10220

Jakarta, Indonesia 

marketing@isaartanddesign.com

+62 821 2858 6932

Tuesday to Saturday : 11am - 6pm

ISA ART & DESIGN Consultancy

By appointment

enquiries@isaartanddesign.com

+62 812 8686 6269

CONTACTS

Telephone: +62 21 723 3905

Facebook, opens in a new tab.
Instagram, opens in a new tab.
Send an email
View on Google Maps
Youtube, opens in a new tab.
Privacy Policy
Manage cookies
Copyright © 2026 ISA Art Gallery
Site by Artlogic

This website uses cookies
This site uses cookies to help make it more useful to you. Please contact us to find out more about our Cookie Policy.

Manage cookies
Reject non essential
Accept

Cookie preferences

Check the boxes for the cookie categories you allow our site to use

Cookie options
Required for the website to function and cannot be disabled.
Improve your experience on the website by storing choices you make about how it should function.
Allow us to collect anonymous usage data in order to improve the experience on our website.
Allow us to identify our visitors so that we can offer personalised, targeted marketing.
Save preferences
Close

Join us!

Your one stop solution into bridging art and design.

Submit