Dapott Kesuma
The Unseen II, 2026
Recycled Paper, Minerals, on Plywood
29 x 39 cm
'Karya ini mengeksplorasi keberadaan sesuatu yang sering kali tidak terlihat, tidak diperhatikan, atau dianggap tidak memiliki nilai. Gagasan tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan limbah kertas sebagai material utama. Kertas yang sebelumnya...
"Karya ini mengeksplorasi keberadaan sesuatu yang sering kali tidak terlihat, tidak diperhatikan, atau dianggap tidak memiliki nilai. Gagasan tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan limbah kertas sebagai material utama. Kertas yang sebelumnya dianggap telah selesai digunakan dan tidak lagi memiliki fungsi diposisikan kembali sebagai material yang memiliki kemungkinan baru.
Figur yang ditampilkan dari arah belakang menghadirkan misteri kehidupan—perjuangan individu, cerita yang mereka bawa, serta berbagai persoalan yang melekat dalam kehidupan. Sosok tersebut menjadi representasi dari sesuatu yang tidak sepenuhnya dapat diketahui, namun tetap memiliki keberadaan dan makna.
Pada akhirnya, karya ini mengajak untuk melihat kembali hal-hal yang selama ini terabaikan, serta mempertanyakan apa yang dianggap bernilai dan tidak bernilai. Sesuatu yang tersembunyi, ketika diberikan ruang untuk terlihat, dapat mengungkap cerita, tekstur, dan nilai yang sebelumnya tidak disadari.
This work explores the existence of things that are often unseen, overlooked, or considered to have little or no value. This idea is expressed through the use of waste paper as its primary material. Paper that was once considered used up and no longer functional is repositioned as a material with new possibilities.
A figure viewed from behind evokes the mysteries of life—the struggles of individuals, the stories they carry, and the complexities that shape their lives. The figure represents something that cannot be fully known, yet continues to exist and hold meaning.
Ultimately, the work invites a reconsideration of what has long been overlooked, while questioning what is deemed valuable or worthless. Something hidden, when given the space to be seen, can reveal stories, textures, and forms of value that might otherwise remain unnoticed."
Figur yang ditampilkan dari arah belakang menghadirkan misteri kehidupan—perjuangan individu, cerita yang mereka bawa, serta berbagai persoalan yang melekat dalam kehidupan. Sosok tersebut menjadi representasi dari sesuatu yang tidak sepenuhnya dapat diketahui, namun tetap memiliki keberadaan dan makna.
Pada akhirnya, karya ini mengajak untuk melihat kembali hal-hal yang selama ini terabaikan, serta mempertanyakan apa yang dianggap bernilai dan tidak bernilai. Sesuatu yang tersembunyi, ketika diberikan ruang untuk terlihat, dapat mengungkap cerita, tekstur, dan nilai yang sebelumnya tidak disadari.
This work explores the existence of things that are often unseen, overlooked, or considered to have little or no value. This idea is expressed through the use of waste paper as its primary material. Paper that was once considered used up and no longer functional is repositioned as a material with new possibilities.
A figure viewed from behind evokes the mysteries of life—the struggles of individuals, the stories they carry, and the complexities that shape their lives. The figure represents something that cannot be fully known, yet continues to exist and hold meaning.
Ultimately, the work invites a reconsideration of what has long been overlooked, while questioning what is deemed valuable or worthless. Something hidden, when given the space to be seen, can reveal stories, textures, and forms of value that might otherwise remain unnoticed."