Marten Bayuaji
Layang, 2026
charcoal on alumunium panel
14 x 16 cm
'Apakah mungkin bagi seorang seniman untuk menanggalkan hasrat (Sanskrit : तष्◌ृ णा, tṛṣṇā) atas imajinasi mereka? Ini adalah yang coba saya lakukan pada seri drawing ini. Pada reruntuhan batu candi...
"Apakah mungkin bagi seorang seniman untuk menanggalkan hasrat (Sanskrit : तष्◌ृ णा, tṛṣṇā) atas imajinasi mereka?
Ini adalah yang coba saya lakukan pada seri drawing ini. Pada reruntuhan batu candi yang mengelilingi gunung Merapi, saya tidak berbicara tentang sejarah dan deskripsi dari relief atau arca candi-candi tersebut. Tetapi ini adalah tentang batu-batu dari reruntuhan candi itu sendiri. Yang saya lakukan dalam karya ini tak lain adalah mengikuti segala jejak fenomena alam yang tercetak pada batu-batu ini. Mengikuti retak dari gempa bumi, pecah dari lahar dingin, gelap dan terang dari hujan dan matahari, dan juga alur pahat dari para seniman tanpa nama yang membuat candi ini."
Ini adalah yang coba saya lakukan pada seri drawing ini. Pada reruntuhan batu candi yang mengelilingi gunung Merapi, saya tidak berbicara tentang sejarah dan deskripsi dari relief atau arca candi-candi tersebut. Tetapi ini adalah tentang batu-batu dari reruntuhan candi itu sendiri. Yang saya lakukan dalam karya ini tak lain adalah mengikuti segala jejak fenomena alam yang tercetak pada batu-batu ini. Mengikuti retak dari gempa bumi, pecah dari lahar dingin, gelap dan terang dari hujan dan matahari, dan juga alur pahat dari para seniman tanpa nama yang membuat candi ini."